Sabtu, 12 Maret 2011

cobalah kau dengar !

kemarin ada kata pagi ditiap kali kubuka mata ini. lalu selamat siang, selamat sore dan selamat malam. tapi ternyata semua cuma secuil waktu. aku tak melihat dengan ragu, tapi aku melihat sebagai ketulusan simpanan masa lalu. namun ketika dunia terlihat seusia kaupun beranjak mencari cicip-cicip muda yang nampak remah dan manis lalu begitu saja meninggalkan yang pernah jadi santapan terlezat di mulutmu. aku lalu menanggap kau buaya bernama manusia. dan seekor binatang yang paling gemar menjilat mangsanya pada bagian yang paling empuk dan tersembunyi. aku akan menunggu waktu, dimana kabar tersebar dan kau mati terkapar. tapi aku jadi tak sabar, rasanya ingin menjebakmu dalam sangkar berpulut untuk melihat siapa saja yang jejaknya tertinggal disana. mungkin, klenting abang' klenting ijo, klenting kuning atau klenting-klenting yang lain yang berlelehan keringatnya tertinggal disana. tentu bercampur dengan keringatmu pula. apakah selingkuh itu gampangan dan murahan? ahhh... jawabnya tidak selamanya. tapi kau malah menjawab yang kau lihat semuanya. aku tegaskan bahwa nalarmu seperti anak SD. tidak bisa melihat ketulusan cinta pada seseorang. kau juga tak tahu dalam perselingkuhan yang tak tersebab oleh kekurangan harta, kasih sayang itu ternyata berdasarkan cinta. kau hanya melihat semua dari apa yang diperlihatkan para selingkuhan2 mu yang lain sementara kau tak pernah menyadari pengorbanan dari diriku. aku tak mau lagi melihatmu tersebab anggapanmu tentang diriku yang katanya gampangan dan murahan. kapan aku pernah menjual diri ? apa kau tahu? apa aku begitu mudah dicangking kemana-mana? bukankah kau tahu sangat susah mengajakku keluar rumah? tapi sesuatu keterlanjuran karena menbuktikan ketulusan cinta malah kau katakan sebagai gampangan dan murahan, apa itu tidak menimbulkan kebencian. ya kau telah sangat menghina martabatku sebagai manusia. aku sangat - sangat benciiiii...!!!!

cobalah kau dengar

Dan Aku Tahu

mungkin aku harus bicara
memberitakan tentang sakitmu
hanya sedikit saja, cerita biasa
kau bukan seorang kesatria
tapi cuma mempertontonkan gaya ksatria

aku tahu tapi tak mau tahu,
aku membeli dan kau menjual
kita bisnis dalam ladang asmara
jagat manusia setengah usia
kau ternyata cuma pecundang

tak ada yang bisa kutawar sebab tak layak dihargai
mimpi yang panjang telah kuanggap sirna
kata-kata yang berbuih rayu cuma jadi obralan palsu
melihatmu seperti melihat tukang jamu
mempertontonkan kebohongan sepenjang waktu

aku teramat sengit dan jera menyimpulkan segalanya
bukan karena semua usai namun aku terlanjur membaca dirimu.
kau tahu...
di kelindan waktu aku mengutukmu
agar jadi keledai keluargamu
atau kau membusuk di lokalisasi.

aku tahu...
terlalu naif orang melihat tampangmu
tapi aku paling sadar dari mana muasalmu
sering batinku mentertawakan gayamu yang tabrakan
logatmu yang aneh dan ndeso
bahkan aku sangat tahu bagaimana inginnya aku menelanjangimu saat itu

barangkali memang kita tak lagi bisa berjajar
aku yang kadung kecewa dan kau terhina
kita berbalik arah saja dan sama-sama mengucapkan
selamat tinggal !!!
sebab aku terlanjur tahu semua "lungkrahmu"

Pbg, Minggu, 13 Maret 2011.