sejumput kutuk menjerat dikelindan waktu
menyuara dalam derai do'a
tapi jadi terasa tak berharga
dipersimpangan kaidah menggelora
limpung beradu nafsu
makin jadi kemunafikan
padahal tahu dikejar dosa
padahal ngeri menimbun laknat
suara hati terlindap disekecup cium sepagut peluk
terlena digelora kesempatan
jadi manis dan terasa pedas dijilat lidah
bibirpun tersenyum kecut
kesadaran tak lagi berharga
biang-biang hasrat terkatup sepanjang waktu
pada kata-kata bermakna keberuntungan
jadi rangkaian basa-basi, menakar harga diri
sebab logika harus ada
siapa kita !
harga diri memeng jadi sirna
dihujam bisikan kata hati
mungkin sama-sama menjajagi
sampai dimana pisau naluri bersembunyi, atau
standar kita sama "saling mengisi"
mari kita pecahkan rahasia diri
lewat mata atau mungkin secebis kesempatan
tak usah selalu berselubung sandiwara
kata mati kita mesti sama
"merasakan lembutnya keberuntungan"
silent home, rabu 8 oktober 2008.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar