Berjalan dihutan cemara
Langkahku terasa
kecil dan lelah
makin dalam lagi
ku ditelan fatamorgana
tebing tanah basah
dipinggir jalan setapak
seperti garis wajahmu
teduh dan kasih
makin dalam lagi
ku dicekam kerinduan
kabut putih melintas dijalanku
jarak pandangku
dua langkah ke depan
ada seberkas cahaya
menembus rimbun dedaunan
sanggupkah menerangi jalanku
dan aku berharap
kapankah kiranya
sampai di pncak sana
aku kan bertanya siapakah diriku
aku kan bertanya siapakah kamu
aku kan bertanya siapa mereka
aku kan bertanya siapakah kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar