Puisi Perpisahan
Windset
Hening ini lebih terasa bagai sunyi
Ketika hujan mengawali akhir kisahnya
Kau melipat dan aku menggunting,
sebab kebohongan tak lagi bisa kau sembunyikan
aku mual, muak sampai nyaris muntah
mari kita mulai berpencar
menjejak jalannya sendiri sendiri
menghapus kenangan yang pernah tertoreh
agar air mata tak lagi tertinggal di sudut mata
agar lintas bayang tak menghadang tawa
kita telah lama bersimpang
betolak tapi saling menoleh
mencari tahu yang tersembunyi
dan kau tak menemu sesuatu di punggungku
maka kau pun mempercayaiku
menganggapku dungu dan lugu
lalu kau berjingkrak lucu mencari mainan baru
pelita dalam gulita, jasamu
tiada tara….
17 Peb 2014, 00:00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar